Gebyar XVIII Lembaga Pers Mahasiswa Gelora Sriwijaya Universitas Sriwijaya 2011

Palembang-Media Sriwijaya, Dalam rangka memperingati hari jadi yang ke 18, Lembaga Pers Mahasiswa Gelora Sriwijaya menyelenggarakan Gebyar XVIII. Di Gebyar kali ini LPM Gelora Sriwijaya mengadakan Seminar Workshop Citizen Journalism (30/10) bertempat di Gedung Aula Pasca Sarjana Unsri Bukit Besar.
Tujuan diadakannya acara ini yaitu untuk menumbuhkan minat menulis siswa SMA, mahasiswa dan masyarakat pada umumnya seperti insan pers muda. Tidak hanya wartawan yang bisa menulis, tidak hanya seorang penulis yang dapat menerbitkan buku, tetapi siswa sma, mahasiswa, dan masyarakat umum itu juga dapat menulis dan dapat juga diterbitkan. Teknologi saat ini sudah maju. Ada banyak media yang bisa digunakan untuk menulis misalnya blog, facebook, twitter.
Acara ini juga dimaksudkan agar masyarakat Palembang gemar menulis, karena jika dilihat Palembang jauh kalah dengan masyarakat Jawa, rata-rata siswa SMA di Jawa banyak yang sudah memiliki blog yang bagus, mereka mengapresiasikan diri mereka, sekolah mereka melalui tulisan.
Acara yang dihadiri siswa SMA, mahasiswa dan masyarakat umum ini tidak hanya berisikan seminar jurnalistik saja, tetapi diadakan berbagai perlombaan yang diantaranya perlombaan esai dan menggambar dengan tema seagames membangun Sumsel, perlombaan mading dengan tema warna-warni jurnalistik, perlombaan penulisan berita, serta perlombaan fotografi. Hadiah yang ditawarkan pun tidak kalah menggiurkan yaitu piala, piagam dan juga uang tunai total jutaan rupiah. Peserta tahun ini merupakan yang paling banyak setelah 18 kali acara tersebut diselenggarakan yaitu sekitar 227 peserta dan ditambah peserta lomba jadi total keseluruhan sekitar 300 peserta.
Seminar yang dimulai pukul 08.00 wib ini diawali dengan pengisian materi oleh Anto Narasoma yang juga merupakan wartawan senior Sumatera Ekspres, ia didaulat sebagai pembicara pertama dalam acara seminar ini. Selain itu,  Sediia Willings Bans yaitu Jurnalis nasional dan pengarang buku juga mengisi sebagai pembicara dalam workshop citizen journalism tahun ini.

Mahasiswa Harus Bernilai “Plus”

“Sampai saat ini saya belum pernah merasakan bosan, saya mencintai pekerjaan ini. Dapat dikatakan saya adalah dosen yang senang mengajar, karena saya menyukai dunia teoritis”

Pendidikan mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menegah Atas dijalaninya di Palembang. Setelah lulus SMA dia melanjutkan pendidikan ke Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. Dosen senior yang bergelut dibidang studi Hukum Pidana ini bernama lengkap Ruben Achmad, S.H., M.H.
Saat kuliah, tepatnya waktu semester lima dia sudah diangkat menjadi asisten dosen. Tahun 1982 dia diterima sebagai PNS dan menjadi dosen tetap di Fakultas Hukum Unsri. Pria kelahiran 2 September 1955 ini melanjutkan kuliah S2 di UI KPK Undip dan dirinya tercatat sebagai mahasiswa di kelas Undip pada tahun 1986.
Hal ini terjadi karena saat itu tidak banyak tersedia program kuliah S2. Setelan pendidikan S2 selesai, dia kembali melanjutkan pekerjaannya sebagai dosen di Fakultas Hukum Unsri. Seiring dengan hal itu, dia juga dipercaya untuk memegang beberapa jabatan penting diantarnya menjadi Ketua Unit Penelitian, Sekretaris Pengabdian Masyarakat, Sekretaris Laboratorium Hukum, Ketua Unit Penjamin Mutu, Ketua Jurusan di Fakultas Hukum Muhammadiyah jurusan hukum pidana,  serta yang terkhir menjadi ketua jurusan hukum pidana sampai saat ini di Fakultas Hukum Unsri. Semua jabatan yang dijalaninya di Fakultas Hukum.
Selain beberapa jabatan yang disebutkan di atas, dia juga pernah menjadi Pembantu Dekan 1 Fakultas Hukum Unsri tahun 2003-2007, Pembantu Dekan 1 di Fakultas Hukum Universitas IBA, dan dia pernah menjabat sebagai seorang Dekan di Universitas IBA. Semua jabatan diawalinya di universitas swasta, hingga akhirnya dia ditarik ke Fakultas Hukum Unsri.
Kemampuan dirinya sebagai seorang dosen membuat dia mengajar hampir di semua Universitas swasta dan Universitas negeri di Palembang, diantaranya Universitas IBA, Universitas Taman Siswa, Universitas Syakyakirti, Universitas Palembang, Program Pasca Sarjana Unsri. Selain mengajar di Palembang, dia juga tercatat sebagai dosen Pasca Sarjana Universitas Batang Hari Jambi hingga sekarang.
Dilihat dari banyaknya tempat dia mengajar, terselip alasan dirinya memilih pekerjaan sebagai dosen. “Saya memilih menjadi dosen karena saya senang dengan ilmu-ilmu hukum, dan mungkin juga karena faktor keturunan, orang tua saya berprofesi sebagai guru” ujarnya dengan santai saat diwawancarai.  
Studi Hukum Pidana menjadi spesifikasi bidang yang diajarkannya. Dia sangat  tertarik dengan masalah kriminalitas dan kekerasan, tetapi hal tersebut hanya sebatas rasa senang untuk mengamati. Mungkin juga karena faktor lingkungan, “Saya tinggal di lingkungan yang relatif rawan, hampir setiap hari saya melihat kriminalitas terjadi di sekitar lingkungan. Sehingga minat saya untuk memperdalam hal-hal yang berkaitan dengan kriminalitas itu muncul”.

Jhadi Wijaya

“Mahasiswa jangan hanya terbenam dengan kepentingan pribadi. Ketika ada sesuatu yang bertentangan maka  jangan sungkan untuk berkata. Jadi, berkatalah selama kesempatan itu masih ada”.

Organisasi sudah menjadi bagian dalam hidup pria yang bernama lengkap Jhadi Wijaya ini. Anak pertama dari dua bersaudara ini merasa jika meninggalkan organisasi  ada perasaan yang kurang dalam dirinya.  Dia mengakui bahwa pada awal berorganisasi pasti akan timbul perasaan jenuh. Tetapi setelah dijalani nantinya kita kan tahu positif dan negatif dari organisasi tersebut dan apa yang dibutuhkan organisasi itu serta dapat berpengaruh bagi diri kita sendiri.
Karir organisasinya dimulai sejak dia berada di sekolah dasar. Diawali dari lingkup yang terkecil yaitu kelas. Dia pernah menjabat menjadi ketua kelas dari kelas 1 SD hingga kelas 3 SMA. Kurang lebih selama 11 tahun dia menjabat sebagai ketua kelas karena saat kelas 6 SD dia tidak menjabat menjadi ketua kelas.
Saat SMP dia pernah menjabat menjadi ketua pramuka dan juga ketua OSIS.  Selain itu dia juga mengikuti organisasi Majelis Permusyawaran kelas serta pustaka bhayangkara.
Selain organisasi internal sekolah, dia juga mengikuti organisasi eksternal saat menginjak bangku SMA. Dia pernah menjabat menjadi sekretasis umum di organisasi tingkat Kabupaten. Walaupun begitu, dia juga menjabat menjadi Wakil Ketua OSIS serta Ketua bidang di Paskibra. Majelis Permusyawaran dan Rohis juga merupakan organisasi yang digelutinya saat dia SMA.
Tidak berbeda dengan zaman SMA, saat kulia dia juga bergelut dengan banyak organisasi. Di ALSA dia tergabung dalam divisi kaian ilmu hukum. Selain itu, dia juga sempat menjabat menjadi Ketua Departemen Pemuda dan Olahraga di BEM Fakultas Hukum UNSRI. Saat ini sudah hampir tiga tahun dia bergabung dengan BEM UNSRI. Cukup banyak jabatan yang dijalaninya saat bergabung dengan BEM UNSRI, diantaranya Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Pendidikan, serta Kementrian Politik Luar Negeri Divisi Luar Negeri. Dan sekarang dia juga bergabung dalam Badan Otonom Ramah.
Pria bersahaja ini juga mengikuti beberapa organisasi eksternal. Saat di IKMB Unsri dia sempat menjabat sebagai sekretaris umum. Kesatuan Organisasi Kedaerahan juga merupakan organisasi yang diikutinya saat ini.

Dengan Usaha Kita Pasti Bisa



“Pengaruh globalisasi ditambah banyaknya tontonan serta perkembangan internet di masyarakat mempengaruhi perilaku dan sikap anak-anak zaman sekarang”

Saat masih sekolah dia dijuluki sebagai anak kolong, istilah yang dikenal bagi mereka yang orang tuanya bekerja sebagai tentara, akibatnya dia sering berpindah sekolah saat masih kecil. Hal ini terjadi sejak dia masih sekolah dasar. Wanita bernama lengkap Nashriana, S.H., M. Hum. ini merupakan ibu dari satu orang putri. Keluarga kecil yang dimilikinya  saat ini berbanding terbalik dengan dirinya yang sepuluh bersaudara.  
Dia pernah tercatat bersekolah di Jambi kemudian pindah ke Kerinci Sumatera Barat, SD Putri Plaju Palembang dan kembali lagi ke Jambi saat mau ujian semester kelas 5 SD. Orang tua yang selalu pindah tugas saat SMP dia juga tercatat di beberapa sekolah menengah, diantaranya di Kota Bumi Lampung Utara saat masuk kelas 1 SMP, lalu pindah lagi ke Manak Bengkulu Selatan dan kembali lagi ke Lampung dan dia merupakan lulusan SMA di Musi Rawas. Walaupun sering berpindah sekolah, tetapi sekolahnya tetap lancar tidak pernah tinggal kelas. Ada banyak pengalaman yang dialaminya saat dia mengikuti orang tuanya pindah tugas berpindah.
Dia tidak selalu berada di kota besar tetapi juga kota kecil. Sering terjadi perbedaan kurikulum pendidikan di tiap daerah. Jika berpindah dari kota besar ke kota kecil jauh lebih enak, ada beberapa pelajaran yang telah kita pelajari terlebih dahulu dari mereka. Tetapi saat kita sudah lama berada di kota kecil kemudian pindah ke kota besar maka akan ada kesulitan penyesuaian.
Ada beberapa pelajaran yang belum dipelajari saat kita berada di kota kecil tersebut.  Perubahan tersebut sempat membuat dirinya tertekan, namun masalah ini dapat diatasinya berkat usaha untuk terus berlajar dan akhirnya dia mendapatkan juara. ”Intinya kalau kita usaha, kita pasti bisa ini adalah pelajaran hidup yang ibu dapatkan dari kecil”, ujarnya dengan lembut.

Mengajar Berarti Belajar


Mahasiswa cenderung belajar sendiri dengan segala fasilitas internet yang sudah memadai

Kesederhana selalu tampak setiap kali melihat sosok dosen yang satu ini. Sikap bersahaja yang tampak pada dirinya menjadi ciri utama dosen yang mengajar di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. Dosen yang bernama lengkap Hj. Djasmaniar M, S.H., M.S. ini merupakan dosen mata kuliah hukum agraria.
Wanita yang bertempat tinggal di sekip tengah ini sangat bercita-cita menjadi seorang notaris. Demi mencapai keinginannya menjadi seorang notaris, ia rela pergi ke Jakarta, karena pada saat itu kursus untuk bidang kenotariatan baru ada di Jakarta. Tetapi, harapan hanya tinggal mimpi saja. Keinginannya untuk kursus kenotariatan pupus lantaran orang tuanya yang jatuh sakit.
Biarpun gagal menjadi seorang notaris tetapi ia pernah bekerja sebagai pegawai di kantor notaris. Awal karirnya sebagai dosen dimulai saat ia ditawari menjadi asisten dosen hukum agararia. Tak lama berselang ia langsung diangkat menjadi dosen tetap Fakultas Hukum Unsri untuk bidang spesialisasi hukum agraria.
Pencapaian tertinggi yang pernah didapatkannya selama ini adalah tesis S2 nya mengenai hukum agraria. Walaupun sebenarnya dua tahun yang lalu dirinya sudah pensiun sebagai dosen di Fakultas Hukum Unsri, namun dirinya masih tetap bekerja dengan status sebagai dosen Luar Biasa (LB). Hal ini dikarenakan dosen Fakultas Hukum Unsri Firman Muntaqo, S.H., M.H. sedang menjalankan kuliah S3 nya.
 “Saya tidak pernah merasakan duka saat menjadi seorang dosen. Hanya suka cita yang saya rasakan selama menjadi dosen di Fakultas Hukum Unsri”, ujar dosen berumur 67 tahun ini. Kesenangannya berhubungan dengan orang lain yang menjadi alasan utama dirinya tidak pernah merasakan duka saat mengajar.

Rasa yang Berbeda

aku merasakan hal yang berbeda saat ini
tidak untuk membandingkan
hanya perasaan yang timbul tiba-tiba

ada kenyamanan yang aku rasakan saat bersama mereka
bersama mereka aku benar-benar merasa bebas

aku dapat berbuat, berkata, bertindak apapun yang aku mau
tidak untuk saat ini
akan ada banyak hati yang harus aku jaga

yaa mungkin waktu lah yang membedakan semua itu
kenyamanan akan timbul saat aku telah lama bersama mereka
walaupun aku sempat ragu tuk hal ini
aku sempat berpikir mungkin aku tidak akan pernah mendapatkan kenyamanan yang sama lagi tuk saat ini

mungkin aku picik
mungkin juga rasa tidak percaya ku yang membuat kenyamanan itu sampai saat ini tak ku rasakan
atau mungkin memang tidak akan pernah ada kenyamanan yang sama di dua tempat yang berbeda..

230711

suara sayup-sayup terdengar di telinga ku..
tersentak aku terbangun dari tidur nyenyak malam tadi..

semalam aku begadang..
begadang tanpa alasan yang berarti..

yaa..

berapa hari belakangan ini aku memang sangat sering begadang..
begadang dengan alasan mengerjakan tugas maupun di kejar deadline koran..

tapi tidak untuk malam kemarin..
aku benar-benar begadang tanpa ada alasan yang berarti..

pagi ini mentari terlihat malu untuk menunjukkan senyumnya..
yaa pagi ini tampak mendung..

aku berharap hujan akan enggan tuk turun hari ini..
karena hujan bisa manghambat kegiatan ku hari ini..

ini hari sabtu..
hari dimana aku sering menghabiskan waktu tuk rapat bersama LPM MS..

tetapi,...
berbeda tuk hari ini..

aku tidak akan rapat atau pun menghabiskan waktu tuk jalan-jalan..
tapi aku akan ke sekolah..

yaa aku kembali ke SMA ku tercinta..
jika ditanya mengapa..??

jelas..
karena disanalah aku menemukan saudara-saudara baru..
suasana dimana semuanya tidak ada beban..
semua berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan..

pakaxa..

akan selalu membuat ku tuk kembali mengunjungi sekolah..
ada ikatan batin antara aku dan pakaxa..
terlebih lagi pada saudara-saudara ku angkatan XX..

miris rasanya melihat keadaan pakaxa saat ini..
keadaan yang sangat jauh berbeda dengan kami dulu..

bukan tuk membandingkan..
tapi hanya menjadikan keadaan kami dulu sebagai tolak ukur keberhasilan di tahun ini..

yaa sudah lah..
ini sudah bukan zaman nya lagi untuk aku berkomentar..
karena aku sadar aku tidak bisa seperti dulu..
menghabiskan waktu dan hari-hari ku hanya untuk mengurusi pakaxa..
semua sudah lewat masanya..

aku senang karena hari ini aku bisa berkumpul lagi dengan saudara-saudara ku..
saudara yang aku dapatkan saat aku mengikuti pakaxa..

sempat aku berpikir tuk memutar waktu kembali ke masa SMA..
karena aku lebih suka berada di masa itu di banding sekarang..

masa dimana aku punya banyak waktu tuk berkumpul bareng saudara-saudara ku..
karena tuk sekarang ini aku benar-benar sulit membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan kumpul bareng mereka..

ingin rasanya aku menghabiskan waktu berhari-hari bersama mereka..
tapi jelas itu tidak mungkin..

sempat timbul perasaan menyesal dalam diri..
kenapa saat mereka pulang aku selalu dalam keadaan sedang kuliah..

tapi mungkin inilah aku..
yang bisa ku lakukan hanya lah meluangkan waktu satu hari penuh pada hari ini..
tuk menghabiskan waktu bersama mereka..

tak banyak cerita yang keluar..
yang ada hanya canda tawa seharian ini..

walaupun begitu aku bersyukur..
aku masih bisa melihat kegilaan saudara-saudara ku..

pentus yang tidak pernah berubah..
selalu bermain-main dengan guyonan-guyonan yang menggelitik..

kak seva yang selalu menghidupkan suasana..

angkatan 21 yang selalu heboh klu sudah berkumpul..

keke yang selalu ribut tuk makan klu sudah kumpul d sekolah..

nia, tinik, dini yang selalu punya cerita-cerita menarik saat bertemu..

walaupun tidak lengkap mungkin ini cukup mengobati kerinduaan ku pada meraka..

aku berharap ini bukan terakhir kalinya aku bertemu mereka..
karena aku masih ingin bercerita banyak pada mereka semua..
bercerita dan berkelakar apapun tentang hidup ini..
hidup yang singkat ini..

Ranah 3 Warna

Judul                : Ranah 3 Warna
Penerbit            : Gramedia Pustaka Utama
Penulis             : Ahmad Fuadi
Tanggal Terbit  : 23 Januari 2011
Tebal                : xiii + 473 Halaman
Kategori           : Novel Islami

Novel Ranah 3 Warna adalah novel kedua yang merupakan tongkat estafet dari hikayat novel pertamanya dari Ahmad Fuadi. Sebelumnya, pada novel Negeri 5 Menara, pembaca seakan “dibakar” dan dikucur oleh aliran hikmah pada sebuah pengalaman atmosfir pendidikan yang sangat inspiratif. Dimana salah satu pesan utama yang ditonjolkan adalah sebuah kalimat penggugah tekad “man jadda wajada“, yakni sebuah pepatah Arab yang berarti “siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses“. 

Selain itu, pengalaman para tokoh di novel tersebut mengajarkan mereka dan juga pembaca setianya bahwa apa pun dapat diraih selama didukung oleh usaha dan doa. Novel yang mendapatkan penghargaan sebagai Nominasi Khatulistiwa Literary Award 2010, penulis dan fiksi terfavorit, serta anugerah pembaca Indonesia 2010 tersebut, menekankan kepada kita semua bahwa jangan pernah meremehkan setiap mimpi, karena setinggi apa pun mimpi kita, sungguh akan didengar oleh Tuhan yang Maha Menggenggam setiap mimpi-mimpi para insan ciptaan-Nya.

Lantas, hikayat apa yang muncul dalam novel Ranah 3 Warna ini ?

Adi : “Hidup Bukan Untuk Satu Tujuan tetapi Untuk Banyak Tujuan”

Mahasiswa yang satu ini sudah banyak dikenal baik di kalangan mahasiswa maupun kalangan dosen. Bukan hanya karena aktif mengikuti kegiatan kampus tetapi juga karena prestasi yang didapatkannya di luar kampus. Pria kelahiran Palembang, 3 April 1991 ini mempunyai nama lengkap Adi Baladika yang akrab disapa dengan panggilan Adi. Dia adalah anak pertama dari dua bersaudara. Lulusan dari SMAN 3 Palembang ini sekarang sedang mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya ( Kampus Indralaya ) semester 4.
Pria yang mengaku memiliki hobi olahraga dan juga membaca ini cukup banyak mempunyai pengalaman organisasi. Saat SMP dia pernah mengikuti pramuka. Sepak bola dan basket juga pernah diikutinya saat dia duduk di bangku SMA. Kesenangannya dalam berorganisasi juga tampak saat ini, diantaranya dia mengikuti Badan Eksekutif Mahasiswa, ALSA, Olympus, BO Ramah. Selain aktif dalam organisasi kampus, pria yang selalu berpenampilan rapi ini juga tergabung dalam Yayasan Bujang Gadis Palembang.

Mimpi & Realita



MotivasiHidup.Tk - Dua hal yang sangat berbeda namun keduanya bukan merupakan hal yang terpisahkan..
Mungkin seseorang berpikir bahwa mimpi itu hanyalah suatu khayalan di dalam diri..
Dan sebuah fantasi yang menyenangkan bagi pikirannya..

Mengeluh



MotivasiHidup.Tk - Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya. Tahukah Kamu semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut.
Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Kamu memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, tentunya Kamu akan lebih senang berhubungan dengan yang berpikiran positif bukan ?

Arti Sahabat



MotivasiHidup.Tk - Cerita remaja ini berawal saat seorang anak SMU yang bernama Rafi sedang duduk-duduk di teras rumahnya. Tiba-tiba ia melihat remaja sebaya sedang naik sepeda lalu jatuh tersungkur tepat di depan rumahnya. Isi tas plastik pemuda itu tumpah dan berhamburan ke luar. Tanpa berpikir panjang, Rafi segera menolongnya. Rafi membantunya berdiri dan mengumpulkan barang-barangnya yang berserakan di jalan. Semprotan serangga, tali, dan beberapa barang lain yang dibawa remaja itu akhirnya sudah masuk ke dalam tas plastiknya lagi. Rafi juga melihat kaki pemuda itu terluka, maka Rafi memintanya mampir sebentar agar lukanya bisa diobati. Anak ABG itu menyetujuinya dan mereka berdua masuk rumah.

Masihkah kita peduli?



MotivasiHidup.Tk - Sebuah kapal karam di tengah laut karena terjangan badai dan ombak hebat. Hanya dua orang lelaki yang bisa menyelamatkan diri dan berenang ke sebuah pulau kecil yang gersang. Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan. Namun, mereka berdua yakin bahwa tidak ada yang dapat dilakukan kecuali berdoa kepada Tuhan. Untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan, mereka sepakat untuk membagi pulau kecil itu menjadi dua wilayah. Dan mereka tinggal sendiri-sendiri berseberangan di sisi-sisi pulau tersebut.

Life Balance Ways: Keteguhan Hati



MotivasiHidup.Tk - Keunggulan manusia itu tidak hanya dalam kecerdasan akal pikirannya, bukan hanya dalam kepandaian ucapannya, bukan hanya dalam kekuatan fisiknya, tetapi yang lebih utama adalah kekuatan keteguhan hatinya. Sebagaimana disampaikan oleh Calvin Coolidge, "Tidak ada satu pun di dunia ini yang dapat menggantikan ketekunan dan keteguhan hati. Itulah kunci sukses." Dengan demikian, keteguhan hati sangat diperlukan dalam keseluruhan aspek kehidupan manusia, baik dalam kehidupan spiritualitas, maupun dalam kehidupan karier dan bisnis.

Motivasi Hidup






MotivasiHidup.Tk - Suatu kala, ada seorang yang cukup terkenal akan kepintarannya dalam membantu orang mengatasi masalah. Meskipun usianya sudah cukup tua, namun kebijaksanaannya luar biasa luas. Karena itulah, orang berbondong-bondong ingin bertemu dengannya dengan harapan agar masalah mereka bisa diselesaikan.

Cinta Dalam Hati

mungkin ini memang jalan takdirku
mengagumi tanpa di cintai
tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia
dengan hidupmu, dengan hidupmu
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
telah lama kupendam perasaan itu
menunggu hatimu menyambut diriku
tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah 
bahagia untukku, bahagia untukku

reff:
ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
meski ku tunggu hingga ujung waktuku
dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja

repeat reff




Read more: http://liriklaguindonesia.net/u/ungu/untukmu-selamanya/ungu-cinta-dalam-hati/

Senyum Semangat

Sempet ngerasa sedih karna sering di bully
Lelah jadinya malu karna dicibir mulu
Bukannya ku tak mendengar kata-kata yang kasar
Bukannya ku tak peduli semua caci dan maki

Reff
Senyumanku tak akan pernah luntur lagi singing all day long
Semangatku tak akan pernah patah lagi dancing all nigth long

Ga ada lagi keki
Ada kamu di hati
Hidup cuma sekali Marilah kita happy
Awalnya ku tak menyangka dapatkan senyum darimu
Akhirnya ku bahagia menari kita bersama

Senyumanku tak akan pernah luntur lagi singing all day long
Semangatku tak akan pernah patah lagi dancing all nigth long

Tak peduli ku di bully omongan lo gw beli
Cacian lo gw cuci dengan senyuman prestasi
Tak pernah ku malu karna cibiranmu
Ku jadikan motivasi untuk maju



Read more: http://mp3indodownload.blogspot.com/2011/03/lirik-lagu-smash-senyum-dan-semangat.html

Pendewasaan diri

jauh berbeda dari apa yang aku banyangkan..
dan jauh berbeda dari apa yang selama ini aku harapkan..


mungkin ada suatu kesalahan yang memang telah terjadi di awal..
tapi aku selalu menganggap itu hal yang lumrah..


aku mencoba menjadi pribadi yang berbeda..
menjadi pribadi yang jauh lebih prinsipil dengan segala keinginanku..
walaupun terkadang aku suka tidak tahu apakah yang aku lakukan akan berhasil..


menggerutu..


menginginkan seseorang menjadi apa yang kita inginkan jelas hal yang tidak mungkin..
yang terjadi hanyalah menganggap semua menjadi apa yang kita inginkan walaupun dalam hati sangat sulit..


ini hanyalah sebuah pembelajaran yang membuat diriku jauh lebih baik..
pembelajaran yang membuat diriku jauh lebih baik..
mungkin juga sebagai proses sebuah pendewasaan diri..


"jangan selalu mengeluh akan apa yang telah terjadi, tetapi jadilah salah satu orang yang selalu bersyukur atas apa yang telah didapatkan sekarang", ujar sahabat yang sekarang telah menjadi saudara ku.


aku percaya akan ada sebuah keberhasilan dengan adanya pengorbanan..

si pendengar

bercerita..
mendengarkan..


kegiatan yang akan terus terjadi dalam suatu pertemanan atau hubungan lainnya..
dimana ada si pencerita pasti akan ada si pendengar..


ntah mengapa aku selalu diposisikan sebagai si pendengar, mungkin karna itu lah diriku..
terkadang aku hanya berusaha untuk mendengarkan keluh kesah yang mereka rasakan..


berusaha selalu menjadi pendengar terbaik..
walaupun terkadang aku merasa kalau mereka semua yang bertindak sebagai si pencerita tidak pernah peduli akan masalah kita (baca: si pendengar)


mereka beranggapan kalau kita si pendegar akan bisa mengatasi masalah kita sendiri, hal ini lantaran kita selalu memberikan solusi kepada mereka si pencerita..


aku sadar menjadi seorang pendengar akan jauh lebih bijak dibandingkan hanya menjadi seorang pencerita..
karena akan banyak pengalaman yang tidak mesti kita lewati tetapi dapat kita rasakan..


menjadikan pengalaman orang lain sebagai bahan dari pedoman hidup memang baik, setidaknya kita bisa menjadi pribadi yang jauh lebih kaya dari berbagai pengalaman orang lain itu..


satu hali yang ingin aku ungkapkan, 
"walaupun aku selalu dianggap sebagai si pendengar tetapi sebenarnya aku masih membutuhkan sharing, bukan untuk mendapatkan suatu solusi tetapi sharing hanya sebagai tempat buat aku bisa mengenal diriku secara lebih jelas dari sudut pandangan orang lain kepada ku".

Rutinitas

rutinitas terkadang menjadi hal momok sering dihindari oleh sebagian orang..
mereka beranggapan bahwa rutinitas adalah hal yang membuat mereka menjadi jenuh dan penat dalam menjalani hari..
pola berpikir ini lah yang menjadikan rutinitas terkadang membuat kita merasa bosan..
asli..
tingkat kejenuhan yang tinggi terkadang membuat seseorang menjadi bingung harus ngelakuin apa biar rutinitas ngak jadi boring..
setiap orang pasti memiliki rutinitas..
dan rutinitas akan selalu jadi prioritas dalam hidup..
maka dari itu penyegaran harus ada dalam hidup kita..
walaupun terkadang ngak terencana..
tapi hal-hal yang seperti inilah yang justru membuat kita jadi jauh lebih semangat untuk memulai hari yang baru..


Keep smile..
Keep spirit..


And be your self..
Life must go on.. !!!

aku mengenal pribadiku

Semangat ku kembali menyala..
ibarat obor telah banyak minyak yang ditambahkan kepada ku..


aku kembali mengenal pribadi ku..
pribadi yang sekejap sempat hilang dalam pikiran ku sendiri..


banyak plan yang telah terprogeam dalam otak ku..
banyak impian indah yang terbayang dalam khayalan ku..


aku mengenal pribadi ku..
pribadi yang selalu cepat berubah..


menjaga semngat bukanlah hal yang gampang..
terutama bagi diriku sendiri..


tetapi aku yakin..
sekarang aku bisa..


bisa memulai semua dari awal lagi..
karena aku adalah aku..
dan pribadiku hanya aku yang dapat mengendalikannya..

Sri Turatmiyah, S.H., M.Hum. : “Jaga Nama Baik Almamater”

Wanita kelahiran Banyumas, Jawa Tengah 1 November 1965 ini memiliki nama lengkap Sri Turatmiyah, S.H., M.Hum. Ia menjabat sebagai Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya periode 2007-2011. Awalnya, Ia mendapat beasiswa Tunjangan Ikatan Dinas oleh DIKTI saat kuliah di Fakultas Hukum Universitas Jenderal Sudirman, Purwokerto. Beasiswa inilah yang membuat Ia menjadi dosen Fakultas Hukum UNSRI pada Maret 1992. Karirnya terus meningkat hingga Ia menjabat sebagai Ketua Unit Penelitian Fakultas Hukum UNSRI pada tahun 2006, dan meningkat kembali pada bulan Mei 2007 sebagai Pembantu Dekan I sekaligus juga menjabat sebagai Sekretaris Senat Fakultas Hukum UNSRI periode 2007-2009.
Dia merasa senang dapat menjabat sebagai Pembantu Dekan I di Fakultas Hukum UNSRI karena dapat menyumbangkan pemikirannya untuk lembaga. Dia berpendapat bahwa Pembantu Dekan I adalah bidang yang sangat berat dan juga menantang karena harus memberikan sesuatu yang terbaik. “Suatu perguruan tinggi atau fakultas itu dilihat kualitasnya baik apabila kualitas mahasiswanya itu baik”, Ujarnya secara tegas.
Baiknya kualitas mahasiswa dapat dilihat dari masa studi yang kurang dari empat tahun, semakin pendek masa studi mahasiswa, semakin meningkat pula nilai akreditasi. Selain itu nilai IPK di atas 3 serta masa penulisan skripsi yang singkat juga mempengaruhi kualitas suatu perguruan tinggi atau fakultas.
Meningkatnya nilai IPK mahasiswa terutama mulai tahun 2007 serta singkatnya masa penulisan skripsi mahasiswa menjadi pencapaian yang Ia dapatkan, Hal ini karena “Saya tidak pernah mempersulit mahasiswa dalam penulisan skripsi”, tambahnya.  
Dia juga menegaskan, “Akreditasi turun bukan karena Saya dan turunnya akreditasi tidak bisa disalahkan pada satu pihak saja. Akreditasi dinilai berdasarkan pada program kegiatan belajar-mengajar, sistem keuangan, sarana prasarana, serta pengguna lulusan.
Dalam kegiatan belajar-mengajar mahasiswa sangat berperan dalam penilaian akreditasi tersebut, Peningkatan ini sudah terlihat dengan didatangkannya dosen tamu serta adanya kuliah umum. Disisi lain, banyaknya lulusan yang diserap oleh masyarakat dan bekerja sesuai dengan jurusan yang diambilnya dapat menjadi point terbesar dalam peningkatan akreditasi suatu fakultas atau perguruan tinggi.
Sebelum menutup kegiatan wawancara dengan reporter Media Sriwijaya, Dia menyampaikan sebuah pesan dan harapan kepada Pembantu Dekan I terpilih, semoga ini adalah pemimpin yang terbaik, karena tugasnya sangat berat ke depan. “Saya sudah terbebani dengan tuntutan mahasiswa akibat turunnya akreditasi”, Ujarnya. Dia juga berharap semoga Pembantu Dekan I terpilih dapat melaksanakan tugasnya jauh lebih baik, dapat menyampaikan atau dapat memenuhi apa yang diperlukan dan apa yang dibutuhkan, karena “Kita sesungguhnya pelayan, pelayan mahasiswa, ibarat pelanggan, kami lah yang melayani mahasiswa”, Jelasnya.  Dan yang terpenting semoga akreditasi ke depan dapat memperoleh yang terbaik, “Pengganti saya jauh lebih baik, bukan hanya berpengalaman tetapi dia mau bekerja dan bisa bekerja sama”, Tambahnya.
Dan harapan untuk mahasiswa, agar dapat menjaga nama baik almamater, menjaga etika dan moral terutama ketika telah lulus, dapat lulus dengan prestasi yang baik serta jangan terputus komunikasi dengan lembaga karena pengaruh alumni sangat besar dalam peningkatan akreditasi. (Meintari)

Fasilitas Baru di Fakultas Hukum

Ada banyak faktor pendukung kegiatan perkuliahan di suatu kampus. Selain lingkungan kampus yang nyaman untuk belajar, fasilitas yang memadai juga mendukung pelaksanaan kegiatan perkuliahan. Fasilitas yang disediakan bukan hanya sebagai fasilitas pendukung kegiatan perkuliahan, tetapi juga untuk meningkat kenyaman mahasiswa saat berada di kampus.  
Fasilitas yang kurang memadai terkadang menjadi salah satu penghalang bagi mahasiswa. Tidak jarang terjadi penambahan fasilitas baru di sebuah kampus. Hal ini juga terlihat di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Indralaya, baru saja menambahkan beberapa fasilitas baru.
Fasilitas pendukung  yang baru  di fakultas hukum antara lain gazebo-gazebo, halte, serta tempat-tempat untuk duduk yang diperuntukan bagi para mahasiswa fakultas hukum.
Fasilitas-fasilitas tersebut diantaranya terdapat di samping kanan kampus dan di halaman kampus. Di samping kanan kampus terdapat dua buah gazebo baru. Terdapat juga dua buah halte yaitu masing-masing terdapat di depan mushola dan satu lagi terdapat di depan kampus. Selain itu di halaman kampus sendiri juga terdapat dua buah tempat duduk bagi mahasiswa.
Penempatan gazebo serta tempat duduk yang strategis yaitu di halaman kampus membuat banyak  mahasiswa yang memanfaatkan fasilitas baru tersebut. Belum lagi tempat yang cukup nyaman membuat mahasiswa sering mempergunakan fasilitas baru ini.
Sebelum adanya fasilitas baru ini, biasanya mahasiswa lebih sering memanfaatkan koridor di depan ruang kelas sebagai tempat untuk duduk, hal ini disebabkan karena kurangnya fasilitas yang memadai bagi mahasiswa. Selain itu sebenarnya kebiasaan ini dapat mengurangi kenyamanan terutama pada saat ada perkuliahan.
Suasana yang ramai di luar kelas serta suara berisik membuat kegiatan perkuliahan menjadi kurang nyaman. Tetapi sekarang telah dapat diatasi dengan adanya fasilitas baru yang memadai, terutama dalam hal kenyamanan kampus.
Dengan adanya gazebo-gazebo di halaman kampus, mahasiswa sudah mengurangi pemanfaatkan koridor di depan ruang kelas sebagai tempat untuk duduk-duduk.
Kenyamanan ini juga dipertegas oleh pernyataan salah satu mahasiswa, “Sekarang semenjak ada gazebo dan banyak tempat duduk,  kampus jadi terasa lebih nyaman, setidaknya kita tidak perlu duduk-duduk di koridor depan ruang kelas lagi”, ujar salah satu mahasiswa yang sedang duduk di gazebo.
 Maka dari itu, kenyamanan di lingkungan kampus sangatlah penting. Salah satunya adalah dengan pemenuhan fasilitas pendukung serta dengan selalu memperhatikan pemeliharaannya. (meintari)

Ceramah Gigi di Arisan Rutin Bulanan

Ibu – ibu anggota Dharma Wanita Persatuan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Selasa (13/07) lalu mengadakan arisan rutin bulanan. Arisan rutin bulanan ini diselenggarakan di ruang Prof. Zainal Abidin, S.H. Fakultas Hukum UNSRI Bukit Besar Palembang.
Sekitar 30 orang ibu-ibu anggota Dharma Wanita yang menghadiri arisan rutin bulanan ini. Acara berlangsung pada pukul 09.30 WIB sampai dengan selesai.  
Selain arisan rutin bulanan, dalam acara ini juga diadakan ceramah mengenai gigi yang berjudul “Akibat yang ditimbulkan karena kehilangan gigi dan cara mengatasinya”. Ceramah ini sendiri dipaparkan oleh Ketua PSKG UNSRI yaitu Drg. Rini Bikarindrasari, M.Kes.
Drg. Rini Bikarindrasari, M. Kes mengawali ceramahnya dengan menjelaskan mengenai fungsi dari gigi itu sendiri. Di sana dijelaskan bahwa gigi memiliki enam buah fungsi, diantaranya fungsi estetis, fungsi pengunyahan, fungsi bicara, untuk mempertahankan gigi yang masih tinggal, untuk memperbaiki hubungan gigi rahang, dan sebagai penuntun pertumbuhan gigi pengganti (khusus gigi susu). 
Selain penjelasan mengenai fungsi gigi, dalam ceramahnya juga dipaparkan mengenai cara menanggulangi sebelum terjadi pencabutan. Awalnya dianjurkan untuk menggosok gigi minimal 2x sehari, setelah makan pagi dan sebelum tidur dengan cara yang benar dan menggunakan pasta gigi berfluor, penggunaan benang gigi untuk membersihkan daerah yang sulit terkena gigi adalah cara kedua yang dilakukan, cara ketiga yaitu kontrol rutin ke dokter gigi sehingga sekecil apapun kelainan yang terjadi sudah bisa terdeteksi, dan yang terakhir segera dilakukan penambalan pada gigi yang berlubang tanpa menunggu sampai timbul adanya keluhan.
Diakhir ceramahnya Drg. Rini menjelaskan mengenai tindakan yang harus dilakukan setelah dilakukan pencabutan. Dalam hal ini ada dua tindakan yang berbeda. Pada gigi anak apabila gigi sudah terlanjur dicabut sementara gigi tetap masih lama tumbuhnya maka perlu dipakai alat “Space Maintainer” yang gunanya untuk mempertahankan ruang bekas pencabutan gigi, sehingga gigi penggantinya nanti akan menempati ruang yang sebenarnya. Sedangkan pada gigi tetap bisa dibuatkan gigi tiruan sebagai lepasan dan gigi tiruan sebagai cekat.
Acara arisan berjalan lancar dengan ditambahkannya ceramah mengenai gigi tersebut. (meintari).

aku mulai menyayanginya

perasaan yang timbul begitu saja.
timbul saat aku mulai mengenal pribadinya.
pribadi yang selalu optimis.
selalu semangat akan apa yang dikerjakannya.


aku mulai menyukainya.
aku mulai menyayanginya.


ntah akan bertahan berapa lama perasaan ini.
aku sangat mengenal diriku.
diriku yang cepat sekali berubah.


aku tidak berharap perasaan ini berlanjut.
tidak juga berharap dia tau perasaanku.
yang aku ingin hanyalah mengenal pribadinya yang optimis.
dan menjadikan diriku pribadi yang jauh lebih optimis dari dirinya.. :)

Aku Bukanlah Diriku

Dalam sekejap aku merasakan semuanya telah berubah.

aku bukanlah diriku yang dulu.
aku tidak bisa mengenali diriku sendiri.

pola pikirku.
tingkah lakuku.
sikapku.
bahkan kehidupanku sekarang.

aku mulai merasa menjadi pribadi yang lain.
pribadi yang sebenarnya aku ciptakan sendiri dalam logika berpikirku.

aku yang dulu selalu berpegang erat pada prinsip. 
mempunyai tujuan dalam jalan hidupku.
target-target yang selalu aku ciptakan untuk kehidupan pribadiku.

semua hilang.
semua berubah.
semua lenyap begitu saja.

motivasi diriku hilang.
semangat hidupku hilang.

sekarang aku kembali menjadi seorang remaja yang labil.
tidak ada pendirian apalagi prinsip hidup.
yang ada dalam otak ku saat ini hanya lah kesenangan pribadiku saja.
kesenangan yang sebenarnya hanya akan bertahan sesaat.
kemudian hilang menjadi kehampaan.

terkadang aku berpikir...
apa yang mereka punya aku juga harus punya.
apa yang mereka bicarakan aku harus tau.

aku merasa lelah dengan keadaan ini.
keadaan yang selalu memaksa aku menjadi orang lain.
menjadi orang yang terlihat sempurna di depan semua orang.

lelah.
bosan.
bingung.

itu yang selalu aku rasakan saat bersama mereka semua.
aku benar-benar tidak bisa menemukan kenyamaan yang dulu aku dapatkan saat aku bersama meraka
kenyamanan yang ditawarkan setiap waktunya oleh teman-teman terbaikku.

mungkin inilah hidup.
terkadang apa yang dijalani tidak sesuai dengan apa yang ingin aku kerjakan.

munafik.. 
mungkin itu diriku sekarang.

entah akan sampai aku menjadi pribadi lain dalam diriku sendiri.
andai semua bisa kembali.
tetapi itu hanya lah sebuah kata "andai"..
yang berarti sebuah hayalan.

Dan aku bukan lah diriku.
pribadiku bukanlah diriku yang sebenarnya.