Gebyar XVIII Lembaga Pers Mahasiswa Gelora Sriwijaya Universitas Sriwijaya 2011

Palembang-Media Sriwijaya, Dalam rangka memperingati hari jadi yang ke 18, Lembaga Pers Mahasiswa Gelora Sriwijaya menyelenggarakan Gebyar XVIII. Di Gebyar kali ini LPM Gelora Sriwijaya mengadakan Seminar Workshop Citizen Journalism (30/10) bertempat di Gedung Aula Pasca Sarjana Unsri Bukit Besar.
Tujuan diadakannya acara ini yaitu untuk menumbuhkan minat menulis siswa SMA, mahasiswa dan masyarakat pada umumnya seperti insan pers muda. Tidak hanya wartawan yang bisa menulis, tidak hanya seorang penulis yang dapat menerbitkan buku, tetapi siswa sma, mahasiswa, dan masyarakat umum itu juga dapat menulis dan dapat juga diterbitkan. Teknologi saat ini sudah maju. Ada banyak media yang bisa digunakan untuk menulis misalnya blog, facebook, twitter.
Acara ini juga dimaksudkan agar masyarakat Palembang gemar menulis, karena jika dilihat Palembang jauh kalah dengan masyarakat Jawa, rata-rata siswa SMA di Jawa banyak yang sudah memiliki blog yang bagus, mereka mengapresiasikan diri mereka, sekolah mereka melalui tulisan.
Acara yang dihadiri siswa SMA, mahasiswa dan masyarakat umum ini tidak hanya berisikan seminar jurnalistik saja, tetapi diadakan berbagai perlombaan yang diantaranya perlombaan esai dan menggambar dengan tema seagames membangun Sumsel, perlombaan mading dengan tema warna-warni jurnalistik, perlombaan penulisan berita, serta perlombaan fotografi. Hadiah yang ditawarkan pun tidak kalah menggiurkan yaitu piala, piagam dan juga uang tunai total jutaan rupiah. Peserta tahun ini merupakan yang paling banyak setelah 18 kali acara tersebut diselenggarakan yaitu sekitar 227 peserta dan ditambah peserta lomba jadi total keseluruhan sekitar 300 peserta.
Seminar yang dimulai pukul 08.00 wib ini diawali dengan pengisian materi oleh Anto Narasoma yang juga merupakan wartawan senior Sumatera Ekspres, ia didaulat sebagai pembicara pertama dalam acara seminar ini. Selain itu,  Sediia Willings Bans yaitu Jurnalis nasional dan pengarang buku juga mengisi sebagai pembicara dalam workshop citizen journalism tahun ini.

Mahasiswa Harus Bernilai “Plus”

“Sampai saat ini saya belum pernah merasakan bosan, saya mencintai pekerjaan ini. Dapat dikatakan saya adalah dosen yang senang mengajar, karena saya menyukai dunia teoritis”

Pendidikan mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menegah Atas dijalaninya di Palembang. Setelah lulus SMA dia melanjutkan pendidikan ke Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. Dosen senior yang bergelut dibidang studi Hukum Pidana ini bernama lengkap Ruben Achmad, S.H., M.H.
Saat kuliah, tepatnya waktu semester lima dia sudah diangkat menjadi asisten dosen. Tahun 1982 dia diterima sebagai PNS dan menjadi dosen tetap di Fakultas Hukum Unsri. Pria kelahiran 2 September 1955 ini melanjutkan kuliah S2 di UI KPK Undip dan dirinya tercatat sebagai mahasiswa di kelas Undip pada tahun 1986.
Hal ini terjadi karena saat itu tidak banyak tersedia program kuliah S2. Setelan pendidikan S2 selesai, dia kembali melanjutkan pekerjaannya sebagai dosen di Fakultas Hukum Unsri. Seiring dengan hal itu, dia juga dipercaya untuk memegang beberapa jabatan penting diantarnya menjadi Ketua Unit Penelitian, Sekretaris Pengabdian Masyarakat, Sekretaris Laboratorium Hukum, Ketua Unit Penjamin Mutu, Ketua Jurusan di Fakultas Hukum Muhammadiyah jurusan hukum pidana,  serta yang terkhir menjadi ketua jurusan hukum pidana sampai saat ini di Fakultas Hukum Unsri. Semua jabatan yang dijalaninya di Fakultas Hukum.
Selain beberapa jabatan yang disebutkan di atas, dia juga pernah menjadi Pembantu Dekan 1 Fakultas Hukum Unsri tahun 2003-2007, Pembantu Dekan 1 di Fakultas Hukum Universitas IBA, dan dia pernah menjabat sebagai seorang Dekan di Universitas IBA. Semua jabatan diawalinya di universitas swasta, hingga akhirnya dia ditarik ke Fakultas Hukum Unsri.
Kemampuan dirinya sebagai seorang dosen membuat dia mengajar hampir di semua Universitas swasta dan Universitas negeri di Palembang, diantaranya Universitas IBA, Universitas Taman Siswa, Universitas Syakyakirti, Universitas Palembang, Program Pasca Sarjana Unsri. Selain mengajar di Palembang, dia juga tercatat sebagai dosen Pasca Sarjana Universitas Batang Hari Jambi hingga sekarang.
Dilihat dari banyaknya tempat dia mengajar, terselip alasan dirinya memilih pekerjaan sebagai dosen. “Saya memilih menjadi dosen karena saya senang dengan ilmu-ilmu hukum, dan mungkin juga karena faktor keturunan, orang tua saya berprofesi sebagai guru” ujarnya dengan santai saat diwawancarai.  
Studi Hukum Pidana menjadi spesifikasi bidang yang diajarkannya. Dia sangat  tertarik dengan masalah kriminalitas dan kekerasan, tetapi hal tersebut hanya sebatas rasa senang untuk mengamati. Mungkin juga karena faktor lingkungan, “Saya tinggal di lingkungan yang relatif rawan, hampir setiap hari saya melihat kriminalitas terjadi di sekitar lingkungan. Sehingga minat saya untuk memperdalam hal-hal yang berkaitan dengan kriminalitas itu muncul”.

Jhadi Wijaya

“Mahasiswa jangan hanya terbenam dengan kepentingan pribadi. Ketika ada sesuatu yang bertentangan maka  jangan sungkan untuk berkata. Jadi, berkatalah selama kesempatan itu masih ada”.

Organisasi sudah menjadi bagian dalam hidup pria yang bernama lengkap Jhadi Wijaya ini. Anak pertama dari dua bersaudara ini merasa jika meninggalkan organisasi  ada perasaan yang kurang dalam dirinya.  Dia mengakui bahwa pada awal berorganisasi pasti akan timbul perasaan jenuh. Tetapi setelah dijalani nantinya kita kan tahu positif dan negatif dari organisasi tersebut dan apa yang dibutuhkan organisasi itu serta dapat berpengaruh bagi diri kita sendiri.
Karir organisasinya dimulai sejak dia berada di sekolah dasar. Diawali dari lingkup yang terkecil yaitu kelas. Dia pernah menjabat menjadi ketua kelas dari kelas 1 SD hingga kelas 3 SMA. Kurang lebih selama 11 tahun dia menjabat sebagai ketua kelas karena saat kelas 6 SD dia tidak menjabat menjadi ketua kelas.
Saat SMP dia pernah menjabat menjadi ketua pramuka dan juga ketua OSIS.  Selain itu dia juga mengikuti organisasi Majelis Permusyawaran kelas serta pustaka bhayangkara.
Selain organisasi internal sekolah, dia juga mengikuti organisasi eksternal saat menginjak bangku SMA. Dia pernah menjabat menjadi sekretasis umum di organisasi tingkat Kabupaten. Walaupun begitu, dia juga menjabat menjadi Wakil Ketua OSIS serta Ketua bidang di Paskibra. Majelis Permusyawaran dan Rohis juga merupakan organisasi yang digelutinya saat dia SMA.
Tidak berbeda dengan zaman SMA, saat kulia dia juga bergelut dengan banyak organisasi. Di ALSA dia tergabung dalam divisi kaian ilmu hukum. Selain itu, dia juga sempat menjabat menjadi Ketua Departemen Pemuda dan Olahraga di BEM Fakultas Hukum UNSRI. Saat ini sudah hampir tiga tahun dia bergabung dengan BEM UNSRI. Cukup banyak jabatan yang dijalaninya saat bergabung dengan BEM UNSRI, diantaranya Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Pendidikan, serta Kementrian Politik Luar Negeri Divisi Luar Negeri. Dan sekarang dia juga bergabung dalam Badan Otonom Ramah.
Pria bersahaja ini juga mengikuti beberapa organisasi eksternal. Saat di IKMB Unsri dia sempat menjabat sebagai sekretaris umum. Kesatuan Organisasi Kedaerahan juga merupakan organisasi yang diikutinya saat ini.