Ranah 3 Warna

Judul                : Ranah 3 Warna
Penerbit            : Gramedia Pustaka Utama
Penulis             : Ahmad Fuadi
Tanggal Terbit  : 23 Januari 2011
Tebal                : xiii + 473 Halaman
Kategori           : Novel Islami

Novel Ranah 3 Warna adalah novel kedua yang merupakan tongkat estafet dari hikayat novel pertamanya dari Ahmad Fuadi. Sebelumnya, pada novel Negeri 5 Menara, pembaca seakan “dibakar” dan dikucur oleh aliran hikmah pada sebuah pengalaman atmosfir pendidikan yang sangat inspiratif. Dimana salah satu pesan utama yang ditonjolkan adalah sebuah kalimat penggugah tekad “man jadda wajada“, yakni sebuah pepatah Arab yang berarti “siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses“. 

Selain itu, pengalaman para tokoh di novel tersebut mengajarkan mereka dan juga pembaca setianya bahwa apa pun dapat diraih selama didukung oleh usaha dan doa. Novel yang mendapatkan penghargaan sebagai Nominasi Khatulistiwa Literary Award 2010, penulis dan fiksi terfavorit, serta anugerah pembaca Indonesia 2010 tersebut, menekankan kepada kita semua bahwa jangan pernah meremehkan setiap mimpi, karena setinggi apa pun mimpi kita, sungguh akan didengar oleh Tuhan yang Maha Menggenggam setiap mimpi-mimpi para insan ciptaan-Nya.

Lantas, hikayat apa yang muncul dalam novel Ranah 3 Warna ini ?

Adi : “Hidup Bukan Untuk Satu Tujuan tetapi Untuk Banyak Tujuan”

Mahasiswa yang satu ini sudah banyak dikenal baik di kalangan mahasiswa maupun kalangan dosen. Bukan hanya karena aktif mengikuti kegiatan kampus tetapi juga karena prestasi yang didapatkannya di luar kampus. Pria kelahiran Palembang, 3 April 1991 ini mempunyai nama lengkap Adi Baladika yang akrab disapa dengan panggilan Adi. Dia adalah anak pertama dari dua bersaudara. Lulusan dari SMAN 3 Palembang ini sekarang sedang mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya ( Kampus Indralaya ) semester 4.
Pria yang mengaku memiliki hobi olahraga dan juga membaca ini cukup banyak mempunyai pengalaman organisasi. Saat SMP dia pernah mengikuti pramuka. Sepak bola dan basket juga pernah diikutinya saat dia duduk di bangku SMA. Kesenangannya dalam berorganisasi juga tampak saat ini, diantaranya dia mengikuti Badan Eksekutif Mahasiswa, ALSA, Olympus, BO Ramah. Selain aktif dalam organisasi kampus, pria yang selalu berpenampilan rapi ini juga tergabung dalam Yayasan Bujang Gadis Palembang.